Sering kita mendengar orang hilang terseret ombak ke lepas pantai ketika sedang berenang di tepi-tepi pantai misalnya di Pantai Parangtritis D.I. Yogyakarta. Bukan karena hal mistis tetapi ada penjelasan ilmiah terhadap hal ini.
Penyebab utama hilangnya orang ketika berenang di tepi pantai disebabkan karena terseret rip current.

rip current atau Arus balik, merupakan aliran air gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang.
Celakanya, arus balik terjadi begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik. Arus itu juga bukan hanya berlangsung di satu tempat, melainkan berganti-ganti lokasi sesuai dengan arah datangnya gelombang yang juga menyesuaikan dengan arah embusan angin dari laut menuju darat.
korban mudah terseret arus balik karena berada terlalu jauh dari bibir pantai. Ketika korban diterjang arus balik, posisinya akan mudah labil karena kakinya tidak memijak pantai dengan kuat.
Karena terseret tiba-tiba dan tidak bisa berpegangan pada apa pun, korban menjadi mudah panik, dan tenggelam karena kelelahan.
Bagaimana dengan Korban Hilang, Hal itu dapat terjadi apabila korban terlalu kuat melawan arus saat berada di dalam air sehingga urung mengapung. Sebaliknya, korban akan semakin jauh terseret arus bawah laut dan bisa tersangkut karang atau masuk ke dalam patahan yang berjarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Di dasar patahan yang kedalamannya mencapai ratusan meter itu, korban akan semakin sulit bergerak karena ia bercampur dengan aneka materi padat yang terkandung dalam arus.
Korban akan diperlakukan sama seperti material, yakni diendapkan. Korban baru bisa kembali terangkat ke permukaan jika ada arus lain yang mengangkat sedimen dari dasar laut. Namun biasanya hal itu butuh waktu lama.
Meski sulit, diperkirakan kedatangannya, arus balik sebenarnya bisa dikenali. Permukaan arus balik terlihat lebih tenang daripada gelombang datang yang berbuih. Selain itu, arus balik biasa terjadi di ujung-ujung cekungan pantai dan warnanya keruh karena membawa banyak materi padat dari pantai.
Masalahnya, banyak wisatawan justru senang bermain di pantai yang tenang karena dianggap lebih aman. Padahal, lokasi tersebut amat berbahaya!.
Sejauh ini, cara terbaik untuk mengurangi risiko bencana terseret arus di pantai adalah dengan tidak bersikap nekat berenang ke tengah laut. Pengunjung harus benar-benar mematuhi rambu larangan berenang yang dipasang tim search and rescue (SAR) di sepanjang pantai.
Kita mungkin dapat melihat suatu arus balik dari suatu tempat yang lebih tinggi di pantai, atau dapat juga bertanya dengan penjaga pantai yang bertugas atau dengan penduduk setempat yang tahu di lokasi mana terdapat rip current. Berdasarkan pengamatan, sifat-sifat Rip Current dapat diketahui dengan :
1. Melihat adanya perbedaan tinggi gelombang antara kiri-kanan dan antaranya. Tinggi gelombang pada bagian kiri dan kanan lebih besar dari antaranya.
2. Meletakkan benda yang dapat terapung. Bila benda tersebut terseret menuju off shore maka pada tempat tersebut terdapat Rip Current.
3. Melihat kekeruhan air yang terjadi, dimana air pada daerah surf zone tercampur dengan air dari darat. Bila terlihat air yang keruh menuju off shore, maka tempat tersebut terdapat Rip Current. Kejadian ini dapat dilihat dengan jelas dari tempat yang lebih tinggi.
Tips/Cara/Usaha yang harus dilakukan bila terseret rip current, adalah sebagai berikut:

1. Jika terperangkap dalam arus seret ke tengah laut, jangan mencoba untuk berenang melawan arus (ke tepi pantai),
2. tenanglah untuk sementara mengikuti arus. Secepat arus seret berada di luar penghalang, atau kecepatan arus melambat dan kita merasa sedikit bebas dari pergerakan air yang cepat,
3. berenanglah ke area di sebelah kiri/kanan kita dan baru kemudian berenang kembali ke arah pantai (atau mengikuti gelombang menuju pantai). Tentu saja kita harus tetap menjaga untuk tetap berada di luar arus seret tersebut.
cuma masalahnya kalau lagi panik, boro-boro bisa mikir sehat …
tapi emang pengetahuan semacam ini sangat perlu, kalo bisa malah dipasang di tiap pantai.
Biasanya don. kalo udah seneng liat laut boro-boro juga mo baca pengumuman.
Dari pengumuman yang pernah aku baca soal berenang.
1. Dilarang berenang bila tidak menggunakan pakaian renang (aaa… telanjang dounks.).
2. Tidak bisa renang dilarang masuk ke air (udah jauh-jauh and bayar mahal masa gak masuk ke air….).
3. Hati-hati banyak buaya nya (Baru gak bakal renang…)
Bagus nich nambah pengetahuan…
tapi mungkin hanya beberapa orang yang mengetahui ini,
Sependapat sama kang Donny, sebaiknya Informasi ini terpasang di setiap pantai…
Jadi… kapan kita ke pantai….
Yuk… kapan nich…?
Sok ach Kang Widi nu bikin Acara, sekalian ajak yang lain…
Kang Don…. sekalian Hunting2 Foto pantai….
apalagi waktu Sunrise and Sunset…
Kekeke,
)
kalo pengumumannya, di pantai ini ada putri duyung … kumaha tah?
At least, ada informasi lah … dari sekian ribu orang yang ke pantai, nggak mungkin juga gk ada yang baca sama sekali.
Sok atuh, iraha ka pantai, jadwalkeun …
)